TUGAS MATA KULIAH
ILMU BEDAH KHUSUS VETERINER
TEKNIK OPERASI DAN INDIKASI LAPAROTOMY
DEBORA ISAKH 0909005049
KHAMID
YUSUF BAEHAQI 1009005030
KORBINIANUS
FERIBERTUS RINCA 1009005092
RIO
FADLY JUDIKA SIHOMBING 1009005116
SURIANSYAH 1109005046
LABORATORIUM BEDAH VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2013
RINGKASAN
Laparotomi merupakan suatu tindakan
bedah atau penyayatan (prosedur
pembedahan) untuk
membuka rongga
abdomen.
Istilah lain dari laparotomy adalah Celiotomy. Masing-masing posisi penyatan atau pembedahan memiliki kelebihan dan
kekurangannya tersendiri. Pemilihan posisi penyayatan atau pembedahan
laparotomi ini didasarkan kepada organ target yang dituju.
Pada hewan kecil, laparotomi yang
umumnya dilakukan adalah laparotomi medianus dengan daerah orientasi pada
bagian abdominal ventral tepatnya di linea alba. Tindakan bedah laparotomi
biasa dilakukan untuk menangani kasus – kasus yang terjadi pada hewan kecil
diantaranya dilakukan di daerah abdomen. Tujuan laparotomi adalah untuk
menemukan dan mengetahui keadaan organ visceral yang ada di dalam ruang
abdominal secara langsung serta untuk menegakkan diagnosa.
SUMMARY
Laparotomy is a
surgery or incision (surgical procedure) to open the abdominal cavity. The
other term of laparotomy is Celiotomy. Each position or surgical incision has
its own and disadvantages. Selection of laparotomy incision
position is based on the intended target organ.
In small animals,
laparotomy is commonly performed with a median laparotomy orientation area
on the ventral abdominal precisely in the linea alba. Laparotomy surgery is
commonly used to treat cases that occur on small animals such as performed in
abdominal area. Laparotomy purpose is to find and know the conditions that
exist visceral organs in the abdominal space directly as well as for diagnosis.
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena dengan rahmatNya
–lah
kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah ilmu Bedah Khusus Veteriner tepat pada
waktunya.
Adapun paper ini kami selesaikan utnuk memenuhi tugas yang telah diberikan untuk
kelompok kami tentang
Teknik Operasi Dan Indikasi Laparotomy.
Dengan adanya tugas mengenai Teknik Operasi Dan Indikasi Laparotomy
diharapkan dapat menambah wawasan untuk pembaca dan juga penulis. Kami sadar
bahwa paper kami jauh dari sempurna untuk itu kritik dan saran yang membangun
kami harapkan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Laparotomy merupakan suatu tindakan
bedah (prosedur pembedahan) untuk membuka rongga abdomen. Istilah lain dari laparotomy adalah Celiotomy.
Laparotomi terdiri dari tiga jenis
yaitu laparotomi flank, medianus dan paramedianus. Masing-masing jenis
laparotomi ini dapat digunakan sesuai dengan fungsi, organ target yang akan
dicapai, dan jenis hewan yang akan dioperasi. Umumnya pada hewan kecil
laparotomi yang dilakukan adalah laparotomi medianus dengan daerah orientasi pada
bagian abdominal ventral tepatnya di linea alba. Organ-organ pada saluran
pencernaan, saluran limfatik, saluran urogenital dan saluran reproduksi
merupakan organ tubuh yang berada di ruang abdomen. Semua organ tersebut dapat
ditemukan dengan menggunakan teknik operasi laparotomi.
Tindakan bedah biasa dilakukan untuk
menangani kasus – kasus yang terjadi pada hewan kesayangan diantaranya
dilakukan di daerah abdomen. Jenis-jenis tindakan bedah yang sering dilakukan
diantaranya adalah laparotomi, cystotomi, histerektomi, ovariohisterektomi,
kastrasi, caudektomi, enterektomi dan lain sebagainya.
Banyak kasus bedah yang ditangani
dengan melakukan tindakan laparotomi, baik medianus, paramedianus anterior
maupun posterior, serta laparotomi flank. Masing-masing posisi memiliki
kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pemilihan posisi penyayatan laparotomi
ini didasarkan kepada organ target yang dituju. Hal ini untuk menegakkan
diagnosa berbagai kasus yang terletak di rongga abdomen. Tujuan laparotomi
adalah untuk menemukan dan mengetahui keadaan organ visceral yang ada di dalam
ruang abdominal secara langsung serta untuk menegakkan diagnosa.
BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT
2.1 Tujun
Tujuan
dari penulisan ini antara lain :
a. Mengetahui
secara mendetail tentang laparotomy pada hewan.
b. Menemukan
organ visceral yang ada didalam ruang abdominal atau peritoneal
c. Mempertegas
diagnosa (pruff laparotomy)
d. Mengetahui teknik pembedahan dan indikasi
laparotomy
e. Melatih
mahasiswa dalam penyusunan karya ilmiah maupun skripsi
2.2
Manfaat
Manfaat dari tulisan ini :
a. Memberi
manfaat bagi pembaca (peternak) tentang pengetahuan teknik operasi dan indikasi
laparotomy pada hewan peliharaannya.
b. Dapat melakukan pembedahan laparotomy.
BAB
III
TINJAUAN
PUSTAKA
3.1 Defenisi Laparotomy
Laparotomi berasal
dari dua kata terpisah, yaitu laparo dan
tomi. Laparo berati perut atau abdomen sedangkan tomi berarti penyayatan.
Sehingga laparotomi dapat didefenisikan sebagai penyayatan pada dinding abdomen
atau peritoneal. Istilah lain untuk laparotomi adalah celiotomi (Fossum,2002).
3.2 Anatomy Bedah Laparotomy.
Musculus (otot) abdomen mempunyai suatu
pola yang sama dan hanya sedikit variasi pada beberapa spesies hewan. Musculus obliqus
abdominis externa dan M.obliqus
abdominis interna serta musculus transversus abdominis masing-masing merupakan
masa otot yang membentuk tendo insertio fibrosa yang lebar atau disebut sebagai
aponeurosa. Aponeurosa m.obliqus abdominis externa dan interna bersatu pada
linea alba externa pada m. rectus
abdominis yang rata, yang bersama-sama membentuk selubung/lamina eksterna m. rectus abdominis.
Aponeurosa m. transversus abdominis membentuk lamina interna m. rectus
abdominis, dan ini bersatu pada linea alba di bagian interna m.rectus abominis
bersama
– sama dengan peritoneum.
3.3
Macam-Macam
Bedah Laparotomy.
Pada hewan kecil, ada 2 macam bedah
laparotomy pada hewan kecil yaitu :
a). Laparotomy
Anterior (Dorsal/Cranial). Daerah insisinya antara umbilicus dan cartilago
xiphoideus.
b). Laparotomy
Posterior (Ventral/Caudal). Daerah insisinya antara umbilicus dan tepi pelvis.
3.4 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Bedah Laparotomi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
melakukan bedah laparotomy, antara lain :
a) Kerusakan
jaringan karena insisi harus seminimal mungkin (satu kali irisan panjang akan lebih baik dari
pada sebuah irisan pendek yang dilakukan
dengan beberapa kali sayatan).
b) Ligasi/pengikatan
pembuluh darah pada daerah insisi dapat menyebabkan penundaan kesembuhan luka.
Sebaiknya pembuluh darah hanya dijepit/diklem dengan arteri klem (forceps
hemostatic) atau perdarahan yang terjadi dihentikan dengan penekanan tampon
selama 1-2 menit.
c) Skalpel harus
benar-benar tajam, sedapat mungkin mata pisaunya/blade harus baru.
d) Peritoneum pada
hewan kecil adalah tipis dan bila dijahit secara terpisah/tersendiri akan mudah
robek. Sebaikanya peritoneum dijahit bersama-sama dengan semua jaringan linea
alba.
3.5
Persiapan Pra Operasi Bedah
Laparotomi.
3.5.1
Persiapan Hewan
Hewan diukur kesehatannya, diukur
suhu tubuhnya,mengukur frekuensi nafas, mengukur frekuensi nadi, berat badan
diukur, limphonodus dan selaput lendir.
3.5.2
Persiapan Peralatan
Satu set alat operasi minor, 4 towl
klaim, 2 pinset anatomis dan syrorgis, 1 pisau bedah dan skapel, 3 gunting, 4
tang arteri lurus, 2 tang arteri lurus anatomi, 2 tang arteri bengkok anatomi, 2
tang arteri lurus cyrorgis,dan 1 needle holder.
3.5.3
Obat-obatan.
Disinfektan (alcohol,Iodine
Tinctur), preanestesi (atropine sulfat), sedative
(chlorpromazine, xylazin Hcl),
anestesi (ketamine Hcl, lidokain ), anti radang (Vitamin K), cairan infus(Nacl
Fisiologis, Laktat Ringer),dan antibiotic ( ampicillin,Terramicyn)
3.5.4
Perlengkapan Operator dan Asisten.
Tutup kepala dan masker, sikat
tangan, handuk kecil, baju operasi, dan sarung tangan.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Tempat Insisi.
Pada umumnya hewan kecil, laparotomi
yang dilakukan adalah laparotomi medianus dengan daerah orientasi pada bagian
abdominal ventral tepatnya di linea alba.
4.1.1 Indikasi : Mencapai
diaphragma, hepar, gaster dan pylorus.
Insisi Garis Tengah Cranial (Cranial
Midline/ Linea Mediana Cranial), mulai
dari umbilicus sampai cartilago
xiphoideus. (Gambar 3.1). Penampang
melintang dinding abdomen. Anak panah menunjukkan tempat insisi di linea mediana (linea alba/garis
tengah). (Gambar 3.1a) Menunjukkan
jahitan di linea alba dan jahitan penguat pada m. rectus abdominis (Gambar 3.1b).
Gambar. 3 Tempat Insisi untuk
Mencapai
diaphragma, hepar, gaster dan pylorus
4.1.2 Indikasi : Mencapai vesica urinaria, kelenjar prostat, colon dan
abdomen bagian caudal
(jantan) dan Mencapai ovarium, uterus, usus, vesica
urinaria dan abdomen bagian caudal (betina)
Insisi Garis Tengah Caudal (Caudal Midline/Linea Mediana
Caudal) pada hewan
jantan (Gambar 4a).
Insisi Garis Tengah Caudal pada hewan betina, yang dimulai dari umbilicus
sampai tepi pelvis
(Gambar 4b). Garis
titik-titik menunjukkan perpanjangan irisan bila diperlukan untuk mencapai
ginjal kanan atau untuk maksud sectio cesarea.
4.1.3 Indikasi : Mencapai ren, lien dan discus intervertebralis lumbalis.
Insisi paramedian, di bagian lateral
linea mediana melalui m. rectus abdominis (Gambar 5.). Penampang
melintang dinding abdomen (Gambar 5.a.). Anak panah menunjukkan tempat irisan melalui m. Rectus. Penutupan
dengan jahitan.( Gambar 5.b). Insisi
Paracostal(Gambar 6). Di bagain
belakang tulang rusuk terakhir, dimulai dari tepi m.psoas sampai
m. rectus abdominis.
4.2 Insisi Dan Penutupan (Jahitan Penutup) Garis Tengah Abdomen Pada Hewan
Betina.
Teknik Bedah :
1.
Hewan dipersiapkan untuk prosedur
pembedahan dan diletakkan pada posisi rebah dorsal. Dibuat insisi (irisan/sayatan) pada kulit dan
jaringan subkutan (Gambar7. 1).
2.
Hemorrhagea (perdarahan) dikontrol
dengan menggunakan arteri klem kecil (mosquito forceps). Tepi insisi dikuakkan dengan cara membuka
pinset yang dipegang dengan tangan kiri.
Dengan skalpel insisi dilanjutkan sampai mencapai linea alba. Bila linea alba telah terlihat dilakukan
insisi pendek bersama dengan peritoneum sampai rongga abdomen (Gambar 7.2).
3.
Pinset (grooved director) diselipkan ke
dalam insisi pendek tadi dan secara hati-hati
pinset dibuka dan diangkat ke
atas untuk mengakat garis insisi.
Selanjutnya insisi diperpanjang
dengan melakukan irisan di antara pinset (hati-hati terhadap struktur
organ di bawahnya) (Gambar7. 3).
4.
Pinset diarahkan ke arah yang
berlawanan dan insisi dengan skalpel diteruskan ke arah cranial sampai panjang
yang diinginkan (Gambar7. 4.).
5.
Dinding abdomen ditutup dengan jahitan
terputus pada peritoneum bersama dengan linea alba (gambar 7.5.)
6.
Untuk memperkuat jahitan utama ini,
diberikan jahitan penguat pada m. rectus abdominis bagian ventral dengan jahitan
mattress atau menerus (Continuous pattern) (Gambar
7.6.)
7.
Pada hewan gemuk, jaringan subkutan
dijahit dengan pola jahitan mattress vertical inverting, dan kulit ditutup
dengan pola jahitan sederhana terputus (simple interrupted) (Gambar 7.7.)
8.
Pada anjing jantan, setelah peritoneum
dan fascia ditutup seperti yang dijelaskan di atas, penis dikembalikan pada
posisi normal dan difiksasikan dengan jahitan benang catgut (absorbable) pada
jaringan ikat dan fascia guna menghilangkan dead-space, kemudian kulit dijahit
dengan benang nonabsorable.
Catatan :
Terdapat beberapa tehnik pembukaan dan penutupan insisi garis tengah
abdomen. Metode yang dijelaskan di atas
dianjurkan karena kecepatan dan ketepatan pelaksanaannya.
4.3 Insisi Garis Tengah Kaudal (Caudal Midline Incision) Pada Hewan Jantan
Indikasi : untuk prosedur pembedahan
abdomen bagian belakang
Tehnik Operasi.
- Hewan dipersiapkan untuk prosedur pembedahan, dan diletakkan pada
posisi rebah dorsal (dorsal recumbency).
- Insisi kulit dimulai dari umbilicus dan ketika sampai di depan
preputium berbelok ke arah lateral, dan dilanjutkan ke kaudal sampai tepi
pelvis (Gambar 8. 1).
- Vena
epigastrica recurrent superficialis
diligasi (diikat) rangkap dan dipotong dekat ujung preputium (Gambar
8.2 dan 8.3).
- Jaringan ikat di bawah penis dipreparasi dengan menggunakan skalpel
sampai dapat disingkapkan ke arah lateral sehingga linea alba terlihat.
- Rongga abdomen dibuka dengan
melakukan insisi peritoneum sepanjang garis linea alba. Pertama-tama dibuat insisi secara
hati-hati sepanjang kira-kira 1 cm
di linea alba sampai peritoneum.
Pinset diselipkan di dalam insisi tadi yang bertindak sebagai
penguak (retractor ) dan penuntun (director) selanjutnya
insisi diperpanjang dengan menggunakan skalpel atau gunting. Dapat pula jari (grooved director)
diselipkan di dalam insisi untuk menguak dan menuntun skalpel serta
melindungi struktur organ di bawahnya (Gambar 8. 4).
- Penutupan dinding abdomen dengan pola jahitan sederhana terputus (simple
interrupted suture pattern)
memakai benang cat gut (absorbable) pada peritoneum dan fascia
diikuti dengan jahitan penguat yang ditempatkan di m. rectus
abdominis di bagian ventral.
- Penis dikembalikan pada posisi normal dan difiksasi dengan fascia
memakai cat gut, hindarilah terjadinya dead-space. Insisi kulit kemudian ditutup dengan cara yang biasanya
(semestinya).
4.4 Insisi Paracostal
Indikasi :
pembedahan pada ren, lien, discus intervertebralis
lumbalis dsb.
Tehnik :
- Hewan
dipersiapkan untuk prosedur
pembedahan dengan diletakkan pada posisi rebah lateral kanan atau kiri (Gambar 9.1 dan 9.1a.).
Di bagian caudal tulang rusuk (Costae) terakhir dibuat
insisi kulit sepanjang kira-kira 2-3 cm mulai dari loin (m. psoas) sampai hampir di bagian
garis tengah abdomen.
- Jaringan
lemak dan subkutan dipotong dengan gunting dan dipreparasi (preparir)
ke bawah sampai m. obliqus abdominis externa (Gambar 9.2.). Perhatikan perpaduan antara serabut otot
dan aponeurosa tepat di bawah pertengahan insisi.
- Aponeurosa
m. obliqus abdominis externa diinsisi dengan skalpel atau
gunting dan diperpanjang dengan gunting (Gambar 9.3.).
- Musculus obliqus abdominis interna diinsisi
dengan cara yang sama (Gambar 9.4.).
- Musculus transversus abdominis dan peritoneum diinsisi dengan skalpel dan diperpanjang
dengan gunting (Gambar 9.5.).
- Bagian
pinggir m. transversus dan peritoneum dikuakkan dengan allis
forceps (forceps jaringan) (Gambar
9.6.).
Catatan :
Insisi
paracostal ditutup dengan dijahit lapis demi lapis. Lapisan paling dalam (peritoneum dan m.
transversus abdominis) dijahit dengan pola jahitan sederhana terputus
menggunakan benang catgut, demikian pula dengan jahitan lapis ke –2 pada bagian
tepi m. obliqus abdominis interna.
Jahitan lapis ke-3 pada m. obliqus abdominis externa dengan cara yang
sama, dan jahitan ke-4 adalah pada kulit dengan pola jahitan sederhana terputus
atau matress menggunakan absorbable.
4.5
Perawatan
Pasca Operasi
Perawatan pasca operasi
pada hewan yang dilakukan bedah laparotomy adalah : Pemberian antibiotika secara general dan topikal,
pemberian pakan dan air yang cukup, perlindungan luka operasi, pemberian infus
jika perlu, pemberian vitamin jika perlu dan hari ke tujuh jahitan dibuka.
BAB
V
SIMPULAN
DAN SARAN
5.1
Simpulan
Laparotomi adalah
sebuah tindakan medis yang bertujuan untuk menemukan dan mengetahui keadaan
organ visceral yang ada di dalam ruang abdominal secara langsung serta untuk
menegakkan diagnosa.
Sebelum dilakukan
laparotomi, dilakukan beberapa persiapan diantaranya persiapan operator, alat
dan bahan instrumen bedah, pasien, serta tempat untuk laparotomi. Persiapan ini
dilakukan bertujuan untuk mempermudah jalannya proses laparotomi. Selain itu
dilakukan sterilisasi alat yang bertujuan agar tidak terjadi infeksi mikroba
pada pasien dan untuk membantu proses penyembuhan pada pasien.
Setelah dilakukan
laparotomi pada pasien dilakukan perawatan pasca operasi pada pasien untuk
mempercepat proses penyembuhan luka jahitan pada pasien dan juga untuk
mengembalikan kondisi pasien ke kondisi awal.
5.2 Saran
Penulis
menyadari bahwa dalam pembuatan paper ini masih jauh dari sempurna, oleh Karen
itu saran dan kritik dari pembaca sangat berarti dalam penyempurnaan paper ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar